INHU - Sebuah kejadian unik sekaligus edukatif terjadi di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pada Kamis (30/10/2025). Seorang siswa SMP Negeri 1 Peranap datang ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan untuk meminta bantuan petugas mengevakuasi cincin yang terjepit di jarinya.
Kejadian tersebut bermula ketika siswa bernama Putra Ramadhan merasa kesakitan akibat cincin yang dikenakannya terlalu sempit hingga membuat jari tangan membengkak. Setelah berupaya melepaskan sendiri namun gagal, ia bersama rekannya memutuskan mendatangi Pos Damkar dan Penyelamatan Peranap untuk meminta pertolongan.
Komandan Pos (Danpos) Kecamatan Peranap Hendra Gunawan melalui Komandan Regu (Dandru) Jeki Saputra membenarkan adanya permintaan bantuan tersebut saat dikonfirmasi Riaukarya.com.
“Benar, tadi ada siswa SMPN 1 Peranap atas nama Putra Ramadhan datang ke pos bersama temannya untuk meminta bantuan melepas cincin yang sudah membuat jarinya membengkak. Alhamdulillah, setelah kami lakukan evakuasi dengan peralatan khusus, cincin berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan luka tambahan,” jelas Jeki Saputra.
Menurut Jeki, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan alat pemotong khusus agar tidak melukai jari korban. Ia juga mengapresiasi keberanian siswa tersebut yang segera mencari pertolongan ke petugas, bukan mencoba melepas cincin secara paksa.

Di tempat yang sama, Riski Candra, S.E., selaku Komandan Regu Satgas Penanggulangan Bencana (PB), mengingatkan masyarakat, terutama para pelajar, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aksesori seperti cincin yang tidak sesuai ukuran.
“Kami imbau kepada adik-adik pelajar maupun masyarakat umum, gunakanlah cincin yang sesuai dengan ukuran jari. Jika terasa sempit, segera lepaskan. Karena jika dibiarkan, bisa menyebabkan pembengkakan, bahkan menghambat aliran darah yang bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Om Reski itu juga menegaskan bahwa Pos Damkar Peranap tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga siap siaga membantu masyarakat dalam berbagai bentuk keadaan darurat atau penyelamatan non-alam.
“Kami selalu siap memberikan pelayanan terbaik selama 24 jam, baik untuk penanggulangan bencana, penyelamatan hewan, maupun situasi darurat lainnya. Jika masyarakat membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi kami,” tegas Reski Candra.
Sementara itu, Putra Ramadhan, siswa SMPN 1 Peranap yang menjadi korban, menyampaikan rasa lega dan terima kasih kepada seluruh personel Pos Damkar Peranap atas bantuan cepat dan tanggap yang mereka berikan.
“Terima kasih kepada seluruh personel Pos Damkar Peranap yang sudah mengevakuasi cincin di tangan saya. Awalnya saya panik, tapi petugas sangat tenang dan sabar membantu,” ungkap Putra dengan senyum lega.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar, untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perhiasan. Selain itu, kejadian ini juga menjadi bukti nyata bahwa keberadaan petugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga berperan penting dalam pelayanan kemanusiaan sehari-hari.(*)

